Assalamualaikum. Pada postingan kali ini saya akan
membahas tentang Hubungan antara Manusia dan Kebudayaan. Apa sih manusia dan
kebudayaan? Apakah sejenis nama makan? Pastinya tentu bukan ya :-D .
Mari kita simak uraian materi berikut ini. Check it out...
A. Pengertian Manusia
Manusia ialah makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi
ciptaan Tuhan yang lain. Manusia diciptakan terdiri dari jiwa dan raga yang
dilengkapi dengan akal pikiran beserta hawa nafsu. Tuhan memberikan akal dan
pikiran kepada manusia supaya digunakan untuk kebaikan mereka sendiri, orang
dan lingkungan di sekitar mereka.
B. Hakekat Manusia
Salah satu hakekat manusia lainnya ialah sebagai makhluk sosial, hidup
berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi. Manusia mempunyai
kemampuan indra dan rasa. Panca indra adalah daya indra pada manusia yang dapat
digunakan untuk menikmati keindahan, kesenangan, dan kebahagiaan.
Daya rasa
(perasaan) ada dua macam, yaitu perasaan indrawi dan perasaan rohani. Perasaan
indrawi adalah rangsangan jasmani melalui panca indra. Perasaan rohani ialah
perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia. Perasaan rohani ada enam
macam, yaitu :
- Perasaan intelektual : perasaan yang berhubungan dengan pengetahuan
- Perasaan estetis : perasaan yang berhubungan dengan keindahan
- Perasaan etis : perasaan yang berhubungan dengan kebaikan
- Perasaan diri : perasaan yang berhubungan dengan harga di
- Perasaan sosial : perasaan yang berhubungan dengan hidup masyarakat
- Perasaan religius : perasan yang berhubungan dengan religi (agama)
Hidup manusia dibedakan menjadi tiga
taraf yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estetis manusia dapat
menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang menakjubkan dan mengungkapkannya
kembali dalam karya yang indah.
Dengan kehidupan etis manusia dapat meningkatkan
kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk keputusan bebas dan
dapat dipertanggung jawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati
pertemuannya dengan Tuhan.
C. Kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan sebagai sikap yang
dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap
lingkungan. Kepribadian bangsa timur umumnya ialah kepribadian yang bersifat
toleransi yang tinggi.
Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal
sebagai bangsa yang mempunyai pribadi yang baik. Di dunia, bangsa timur dikenal
sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa timur identik dengan benua
asia yang penduduknya hamper sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo
matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit.
Sebagian
besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup. Mungkin karena
orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi semua norma
yang berlaku.
Namun di
zaman sekarang, orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan
orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur
bisa memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Pada
umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap
bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat
yang ada. Secara garis besar kebudayaan asing yang mudah
diterima ialah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama
sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang
menerimanya.
D. Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata “budaya”. Budaya asal mulanya
dari bahasa sansekerta “buddhayah” bentuk jamak dari “buddhi” yang bermakna
budi atau akal.
E. Unsur-unsur kebudayaan
Menurut
Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan
oleh manusia karena pemikiran dan karyanya (produk budaya). Kebudayaan
mempunyai sedikitnya tiga wujud unsur menurut Koentjaraningrat, yaitu:
- Adat tata kelakuan : kompleks ide – ide, gagasan, nilai – nilai, norma – norma, peraturan – peraturan untuk mengatur, mengendalikan, dan memberi arah pada perbuatan manusia dalam masyarakat
- Sistem sosial : kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
- Kebudayaan fisik : benda-benda hasil karya manusia.
Kliucckhohn menyebutkan ada tujuh
unsur kebudayaan, yaitu sistem mata pencaharian hidup, sistem peralatan dan
teknologi, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa,
kesenian, sistem religi dan upacara keagamaan.
F. Wujud kebudayaan
Kaitannya
kebudayaan dengan Ilmu Budaya Dasar ialah penciptaan, penertiban, dan
pengolahan nilai insani, mencakup di dalamnya usaha untuk memanusiakan diri di
dalam alam lingkungan baik fisik maupun sosial. Dimana nilai-nilai insani itu
meliputi wujud nilai intelektual, etika, dan estetika.
G. Orientasi nilai budaya
Kluckhohn dalam Pelly
(1994) mengemukakan bahwa nilai
budaya merupakan sebuah konsep beruang lingkup
luas yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar
warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup.
Rangkaian konsep satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem
nilai – nilai budaya.
Secara fungsional sistem nilai
budaya mendorong individu untuk berperilaku
seperti apa yang ditentukan. Mereka
percaya, bahwa hanya dengan berperilaku seperti itu
mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994).
Sistem nilai budaya menjadi pedoman yang melekat erat secara
emosional pada diri atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang
diperjuangkan. Oleh oleh sebabnya, merubah sistem nilai manusia tidak mudah,
dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud
ideal dari lingkungan sosialnya.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap
kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly
(1994) kelima masalah pokok tersebut adalah:
- Masalah hakekat hidup
- Hakekat kerja atau karya manusia
- Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
- Hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar
- Hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
Inti dari isi permasalahan disini
yang dikemukakan oleh Manan dalam Pelly (1994) adalah siapa yang harus
mengambil keputusan. Sebaiknya dalam system hubungan vertical keputusan dibuat
oleh senior untuk semua orang.
Tetapi dalam masyarakat yang
mementingkan kemandirian individual, maka keputusan dibuat dan diarahkan kepada
masing – masing individu.Meskipun cara mengkonsepsikan lima masalah pokok dalam
kehidupan manusia yang universal itu sebagaimana yang tersebut diatas berbeda –
beda untuk tiap masyarakat dan kebudayaan, namun dalam tiap lingkungan
masyarakat dan kebudayaan tersebut lima hal tersebut di atas selalu ada.
Sementara itu Koentjaraningrat telah
menerapkan teori Kluckhohn untuk menganalisis masalah nilai budaya bangsa
Indonesia, dan menunjukkan titik – titik kelemahan
dari kebudayaan Indonesia yang
menghambat pembangunan nasional. Kelemahan utama seperti mentalitas
meremehkan mutu, mentalitas suka, sifat tidak percaya kepada diri sendiri,
sifat tidak berdisiplin murni, mentalitas suka mengabaikan tanggungjawab.
H. Perubahan kebudayaan
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang disebabkan akibat
adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda,
sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Definisi perubahan
(dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.
- John Lewis Gillin dan John Philip Gillin. Perubahan kebudayaana dalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
- Samuel Koening. Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasi modifikasi yang terjadi dalam pola pola kehidupan manusia. Modifikasi modifikasi tersebut terjadi karena sebab internal maupun eksternal.
- Selo Soemardjan. Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
- Kinsley davies. Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.
Ada Beberapa Faktor-faktor internal dan eksternal penyebab
perubahan kebudayaan. Faktor Internal diantaranya adalah :
- Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku
- Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku
- Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
Faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan diantaranya :
- Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain
- Timbulnya peperangan
- Kontak dengan masyarakat lain.
I. Kaitan Manusia dengan Kebudayaan
Sebagai
makhluk budaya, manusia itu sama, yang membedakan ialah perwujudan budaya
menurut keadaan, waktu, dan tempat, atau perwujudan budaya dengan menekankan
pada akal, perasaan dan kehendak sebagai kesatuan dan penekanan pada akal saja
(ratio).
Menurut
Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang
harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil, budi dan
kerjanya itu. Sedangkan peradaban (manusia) yang berasal dari istilah
“Civilization” adalah bagian – bagian dan unsur-unsur dari kebudayaannya yang
halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan santun dan
sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan struktur yang
kompleks.
Sehingga
muncul perbedaan antara kebudayaan dan peradaban (manusia). Peradaban (manusi)
hanya menekankan pada unsur-unsur tertentu dari kebudayaan. Peradaban barat
lebih diutamakan pada unsur akal (tingkat berpikir), sedangkan peradaban timur
lebih diutamakan pada unsur perasaan (estetis).
Begitulah
uraian mengenai materi tentang ilmu Manusia dan Kebudayaan. Masih banyak
kekurangan dan kesalahan dari penulis, maka dari itu penulis berharap kritik
dan saran pembaca untuk penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat
membantu anda sekalian. Wassalamualikum...
Daftar
Pustaka :
· Irfan, Z., dan Fuatman. 2011. Ilmu
Budaya Dasar dan Pengetahuan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta
·
Tantowi, Priyanto. Kepribadian Bangsa
Timur.
https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadian-bangsa-timur/
·
Strada,
Eddy. September 2014.
http://rangkumanmateriips.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-perubahan-kebudayaan.html
·
Zulkifli, Irwan. Orientasi Nilai Budaya.
19 November 2013. https://irwanzulkifli.wordpress.com/2013/11/19/orientasi-nilai-budaya/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadilah komentator yang cerdas ^_^