Assalamualaikum...
Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang "Manusia dan Cinta
Kasih". Mari kita kupas satu persatu materi berikut ini. Lets check it
out...
A. Pengertian
Cinta Kasih
Cinta
kasih bersumber pada unsur rasa, yang merupakan ungkapan perasaan, didukung
oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan dipertimbangkan dengan
akal yang menimbulkan tanggung jawab. Cinta kasih terdiri dari paduan dua kata
yang berarti psikologis yang dalam, susah untuk didefinisikan dengan rangkaian
kata. Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah perasaan kasih
sayang, kemesraan, belas kasihan, dan pengapdian yang diungkakan dengan tingkah
laku yang bertanggung jawab.
B. Cinta
Menurut Ajaran Agama
Cinta
adalah hasrat yang dimiliki oleh setiap manusia yang menyebabkan timbulnya rasa
ingin memiliki, atau rasa suka dalam dirinya. Cinta dari segi agama adalah
mencintai hal yang sangat berarti bagi diri sendiri sepanjang hidupnya, kasih
dimana sesuatu yang memiliki hal yang sangat berarti untuk saling menghargai
antara sesama manusia.
Cinta
adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan manusia oleh objek lain, berupa
pengorbanan diri, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, patuh dan mau
melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Berbagai macam cinta yaitu
cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada diri sendiri,
cinta kepada bumi , dan cinta kepada kehidupan yang sedang dijalani.
1. Cinta
Kepada Tuhan YME.
Dalam
pandangan agama cinta yang pertama harus kita miliki ini ialah Cinta Kepada
Tuhan YME. Kita mencintainya dengan cara selalu bersyukur, selalu Menjalankan
Ibadahnya, mematuhi perintahnya dan juga menjauhi larangannya. Dapat kita
sadari bahwa cinta yang Tuhan berikan kepada kita adalah cinta dan kasih sayang
yang sangat besar. Tuhan Menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna
dibanding makhluk lainnya.
2. Cinta
Kepada Sesama Manusia.
Dalam
menjalani hidup, kita sadari bahwa kita tidak hanya sendiri, kita membutuhkan
orang lain. Ada baiknya dalam menjalankan kehidupan ini kita dapat mencintai,
memberikan kasih sayang kita kepada sesama manusia. Memiliki perasaan simpati
adalah wujud kebersamaan dan saling menghargai.
3. Cinta
Kepada Bumi
Tuhan
menciptakan kehidupan didunia ini beseta isinya seperti Tumbuh-tumbuhan, alam
jagat raya, serta keindahan-keindahan yang tak ternilai di Bumi ini. Mencintai
Bumi bermakna pula Mencintai apa yang Tuhan sudah berikan untuk manusia dengan
mensyukuri, dan selalu menjaga, melestarikan, serta merawat segala isi Bumi.
4. Cinta
Kepada Kehidupan yang Kita Jalani.
Mencintai
dengan mensyukuri kehidupan yang kita jalani ini adalah cara Bagaimana kita
juga Mencintai Tuhan YME. Menikmati perjalanan kehidupan yang sedang dijalani,
meski terdapat banyak permasalahan di dalamnya.
Tujuan
dari Mencintai tersebut adalah rasa bagaimana manusia terus berjuang, berusaha,
terus rajin belajar dengan cara bersungguh-sungguh dalam kehidupan ini.
Meraih
Cita-cita Setinggi mungkin, kelak dapat merubah kehidupan supaya menjadi lebih
baik lagi.
C. Kasih
Sayang
Kasih
sayang adalah sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik
mahluk hidup ataupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri
berdasarkan hati nurani yang luhur. Sebagai warga negara yang baik, sudah
sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa
membedakan saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis
kelamin, dan tua atau muda.
1. Kasih
Sayang dalam Keluarga
Keluarga
adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu
kesatuan merupakan penggabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan
genelogis dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya
yang berbeda.
Keluarga
merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak
yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa, oleh sebab itu kekuatan suatu
negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut kelancaran,
keselamatan ataupun kelangsungan hidup suatu keluarga.
Faktor
yang perlu diperhatikan dalam memelihara keluarga adalah dengan adanya sikap
kerjasama dalam memenuhi kebutuhan anggota keluarga, yaitu :
· Kebutuhan
Akan Rasa Kasih Sayang
· Kebutuhan
Akan Rasa Aman
· Kebutuhan
Akan Harga Diri
· Kebutuhan
Akan Rasa Kebebasan
· Kebutuhan
Akan Rasa Sukses
· Kebutuhan
Akan Mengenal Lingkungan
· Kasih
Sayang dalam Kehidupan Bertetangga
Dalam
kehidupan masyarakat pemerintahan yang terkecil adalah rukun tetangga (RT) yang
mempunyai peran untuk membuat semacam keteraturan masyarakat yang hidup
disekitar wilayahnya tersebut bejuang untuk kehidupan yang dicita-citakan.
Dapat terlaksana apabila setiap komponen menyadari betapa pentingnya kehidupan
yang penuh keteraturan dan berusaha menjalankan ketentuan yang berlaku.
Organisasi
kemasyarakatan (ORMAS) mempunyai corak yang bermacam-macam dalam
mengembangkan segi sosial dari kehidupan pemuda. Melalui organisasi pemuda
berkembanglah kesadaran nasional, kecakapan-kecakapan didalam pergaulan dengan
sesama kawan dan sikap yang tepat dalam berhubungan antar manusia.
D. Kemesraan
Kemesraan
asal mulanya dari kata mesra yang bermakna sangatlah erat (karib). Secara
istilah, kemesraan dapat bemakna sebagai suatu keadaan dimana kita memiliki
hubungan yang sangat erat kepada seseorang, dan kita merasa sangat nyaman bila
di dekatnya.
E. Pemujaan
Pemujaan
adalah kegiatan memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi. Pemujaan
dapat dikategorikan dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur, memuja
pada agama tertentu dan kepercayan yang ada.
Pemujaan
kepada para leluhur adalah suatu kepercayaan bahwa para leluhur yang telah
tiada masih dapat untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih
hidup.
Fungsi
sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai
kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta
keberlangsungan garis keturunan keluarga.
F. Belas
Kasihan
Istilah
belas kasihan adalah untuk membedakan antara cinta kepada orang tua,
pria-wanita dan cinta kepada Tuhan. Perbuatan menaruh belas kasihan adalah
orang yang berahlak. Manusia berpotensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya
sanggupkah dia menggugah potensi belas kasihanya itu. Jika orang itu tergugah
hatinya, berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Tuhan YME.
Dalam
kehidupan, banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara untuk berbelas
kasih. Yang perlu kita kasihani diantaranya Yatim piatu, orang-orang jompo yang
tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja, orang
sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat yang hidup menderita dan
sebagainya.
Orang
–orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang
menaruh belas kasihan. Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan
bergantung kepada situasi dan kondisi.
G. Cinta
Kasih Erotis
Cinta
kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna. Pada intinya cinta
kasih tersebut bersifat ekslusif bukan uiversal. Cinta kasih erotis kerap kali
digambungkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta.
Tetapi
seperti yang sudah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan
yang tiba-tiba ini pada intinya hanyalah sementara saja.
Keinginan
seksual dengan mudahnya dapat dicampuri oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam,
sedangkan cinta kasih adalah satu diantaranya. Cinta kasih dapat menstimulus
keinginan untuk bersatu secara seksual. Daya tarik seksual untuk sementara
waktu menimbulkan khayalan penyatuan.
Dalam
cinta kasih erotis terdapat ekslusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih
persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta
kasih terhadap orang lain hanyalah dilihat dari segi pandang fusi erotis dan
keikutsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi bukan dalam
arti cinta kasih yang mendalam.
Cinta
kasih erotis apabila manusia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian,
yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya
yang sedalam dalamnya.
Dengan
demikian, baik pandangan yang menyatakan bahwa cinta kasih erotis merupakan
atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak
lain daripada perbuatan kemauan. Oleh sebab itu, gagasan bahwa hubungan
pernikahan dengan mudah dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses
didalamnya, adalah gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun,
tidak boleh diputuskan.
Begitulah uraian
mengenai materi di atas. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulis,
maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan
materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda sekalian. Wassalamualikum...
Daftar
Pustaka
·
Irfan, Z., dan Fuatman. 2011. Ilmu
Budaya Dasar dan Pengetahuan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta