Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya ingin membahas materi tentang "Manusia dan Keindahan". Apa saja ulasan yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...
A. Keindahan
![]() |
| Manusia dan Keindahan |
Keindahan berasal dari kata indah,
yang bermakna bagus, cantik dll. Yang indah itu adalah yang mempunyai bentuk. Yang berbentuk
itu bisa berupa ciptaan Tuhan ataupun manusia. Ciptaan
manusia contohnya taman yang
indah. Ciptaan Tuhan contohnya pemandangan
alam yang indah .
Ciptaan manusia
yang indah bisa dirasakan dari selera
seni dan selera
biasa. Selera seni khusus ditujukan
kepada karya seni, sedangkan yang biasa di tujukkan dengan bentuk biasa.
Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Karena dalam diri manusia terdapat faktor kontemplasi dan ekstasi maka setiap manusia butuh keindahan.
Dalam keindahan itu terdapat unsur keserasian dan kehalusan.
Keindahan
memiliki beberapa sifat, yaitu :
a. Keindahan
itu kebenaran
Kebenaran
artinya bukan tiruan. Karena itu lukisan monalisa tidak indah karena hanya tiruan.
b. Keindahan
itu abadi
Abadi
artinya tidak pernah dilupakan, hilang dan susut. Karya musik Beethoven tidak pernah dilupakan orang
karena keindahannya. John Keats menyatakan bahwa sesuatu yang indah adalah abadi, yang tidak abadi tidaklah indah.
c. Keindahan
mempunyai daya tarik
Daya
tarik artinya memikat perhatian orang, menyenangkan orang, tidak membosankan. Bali menyenangkan orang banyak dan mempunyai daya tarik. Karena itu dikatakan bahwa bali itu indah. John Keats menyatakan bahwa sesuatu yang
indah itu selain abadi juga mempunyai
daya tarik yang selalu bertambah.
d. Keindahan
itu universal
Universal
artinya tidak terikan dengan selera perseorangan, waktu, dan tempat. Selera mode tidak universal karena terikat dengan
pilihan seseorang dalam kurun waktu tertentu dan tempat yang tertentu pula.
Jadi mode itu tidak indah.
e. Keindahan
itu wajar
Wajar
artinya tidak berlebihan dan tidak kurang, menurut apa adanya, alamiah. Misalya foto berwarna dicetak lebih tajam dari warna sebenarnya justru tidak indah
karena melebihi kewajaran.
f. Keindahan
itu kenikmatan
Kenikmatan
artinya kesenangan yang memberi kepuasan. Menonton film atau melihat pertunjukan-pertunjukan tarian yang tidak
menyenangkan itu disebut tidak indah. Pencipta suatu karya seni
memperoleh kenikmatan atau kepuasan atas karya-karyanya,
maka dari itu karya dikatakan indah.
g. Keindahan
itu kebiasaan
Kebiasaan
itu adalah pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa menjadi
biasa karena dilakukan berulang-ulang, yang tidak biasa tidak indah menjadi
biasa dan indah karena dilakukan berulang-ulang. Hal itu dikarenakan keindahan
dapat dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan mempunyai akibat terhadap daya
tangkap atas sesuatu. Akan tetapi kebiasaan jangan sampai merubah konsep
keindahan.
B. Renungan
Renungan
berasal dari kata renung yang bermakna diam-diam memikirkan sesuatu baik secara
biasa atau mendalam.
Renungan
adalah hasil merenung. Manusia akan merenung apabila ada sesuatu yang
mengganjal dalam pikirannya. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa
teori antara lain :
a. Teori
pengungkapan
Dalil dari
teori ini ialah bahwa seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia.
Teori ini terutama berkenaan dengan apa yang dialami oleh seorang seniman
ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling dikenal
ialah filsuf Italia bernama Benedeto Croce (1886-1952) dengan hasil karyanya
yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris aesthetic as Science of
Expresion and General Linguistic. Beliau antara lain menyatakan bahwa seni
adalah pengungkapan dari kesan-kesan. Expression bisa dikatakan sama dengan
intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh dari
penghayatan tentang segala hal individual yang menghasilkan gambaran
angan-angan. Dengan demikian dapat disimpulkan pengungkapan itu berwujud sebagai
gambaran angan-angan seperti wama, garis dan kata.
b. teori
metafisik
Teori semi
yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yang berasal
dari ilmuwan Plato yang karya-karya tulisannya sebagian besar membahas estetik
filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
Mengenai
sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan. Teori ini sesuai dengan
rnetafisika Plato yang mengatakan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi
sebagai realita Ilahi. Pada tingkatan yang lebih rendah terdapat realita
duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita Ilahi itu. Dan karya
seni yang dibuat manusia hanyalah bentuk mimemis dari realita duniawi
Plato
berpendapat bahwa seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara republik
yang ideal.
c. teori
psikologis
Teori-teori metafisis dari para
filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi tentang ide
tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak
dan spekulatif.
Sebagian
ahli estetik dalam abad modem menyimpulkan teori-teori seni dari sudut hubungan
karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode psikologis.
Suatu teori lain tentang sumber seni adalah teori permainan yang dikembangkan
oleh ilmuwan Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).
C. Keserasian
Keserasian
adalah kemampuan menata, menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain,
menarik minat orang lain, sehingga dapat dikatakan indah.
Keserasian
berasal dari kata serasi artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata
cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan
seimbang. Keserasian berhubungan erat dengan keindahan. Sesuatu yang serasi selalu
tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ilmuwan berpendapat,
bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu
hal.
Keserasian
merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung
unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.
Lagu
atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah,
panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita
dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam
keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang (fals) kita pun tentunya
akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang
serasi.
Keserasian
juga dapat diartikan dengan kelarasan yaitu dua hal yang berbeda yang dapat
menjadi terlihat indah dan selaras/serasi. Keserasian
dapat di teorikan menjadi hal yang cocok.
Begitulah
uraian mengenai materi yang telah disampaikan. Masih banyak kekurangan dan
kesalahan dari penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca
untuk penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda
sekalian. Wassalamualikum...
Daftar
pustaka:
Sari, D.W, Endah S.L, dkk. 2011. Manusia dan Keindahan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadilah komentator yang cerdas ^_^