Music

Rabu, 21 Oktober 2015

Manusia dan Keindahan


Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya ingin membahas materi tentang "Manusia dan Keindahan". Apa saja ulasan yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...

  A. Keindahan
Manusia dan Keindahan
Keindahan adalah konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu dapat jelas jika sudah dihubungkan dengan suatu karya.
Keindahan berasal dari kata indah, yang bermakna bagus, cantik dll. Yang indah itu adalah yang mempunyai bentuk. Yang berbentuk itu bisa berupa ciptaan Tuhan ataupun manusia. Ciptaan manusia contohnya taman yang indah. Ciptaan Tuhan contohnya pemandangan alam yang indah .
Ciptaan manusia yang indah bisa dirasakan dari selera seni dan selera biasa. Selera seni khusus ditujukan kepada karya seni, sedangkan yang biasa di tujukkan dengan bentuk biasa.
Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena dalam diri manusia terdapat faktor kontemplasi dan ekstasi maka setiap manusia butuh keindahan. Dalam keindahan itu terdapat unsur keserasian dan kehalusan.
Keindahan memiliki beberapa sifat, yaitu :
a.       Keindahan itu kebenaran
Kebenaran artinya bukan tiruan. Karena itu lukisan monalisa tidak indah karena hanya tiruan.
b.      Keindahan itu abadi
Abadi artinya tidak pernah dilupakan, hilang dan susut. Karya musik Beethoven tidak pernah dilupakan orang karena keindahannya. John Keats menyatakan bahwa sesuatu yang indah adalah abadi, yang tidak abadi tidaklah indah.
c.       Keindahan mempunyai daya tarik
Daya tarik artinya memikat perhatian orang, menyenangkan orang, tidak membosankan. Bali menyenangkan orang banyak dan mempunyai daya tarik. Karena itu dikatakan bahwa bali itu indah. John Keats menyatakan bahwa sesuatu yang indah itu selain abadi juga mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. 
d.      Keindahan itu universal
Universal artinya tidak terikan dengan selera perseorangan, waktu, dan tempat. Selera mode tidak universal karena terikat dengan pilihan seseorang dalam kurun waktu tertentu dan tempat yang tertentu pula. Jadi mode itu tidak indah.
e.       Keindahan itu wajar
Wajar artinya tidak berlebihan dan tidak kurang, menurut apa adanya, alamiah. Misalya foto berwarna dicetak lebih tajam dari warna sebenarnya justru tidak indah karena melebihi kewajaran.
f.       Keindahan itu kenikmatan
Kenikmatan artinya kesenangan yang memberi kepuasan. Menonton film atau melihat pertunjukan-pertunjukan tarian yang tidak menyenangkan itu disebut tidak indah. Pencipta suatu karya seni memperoleh kenikmatan atau kepuasan atas karya-karyanya, maka dari itu karya dikatakan indah.
g.      Keindahan itu kebiasaan
Kebiasaan itu adalah pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa menjadi biasa karena dilakukan berulang-ulang, yang tidak biasa tidak indah menjadi biasa dan indah karena dilakukan berulang-ulang. Hal itu dikarenakan keindahan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan mempunyai akibat terhadap daya tangkap atas sesuatu. Akan tetapi kebiasaan jangan sampai merubah konsep keindahan.


  B. Renungan
Renungan berasal dari kata renung yang bermakna diam-diam memikirkan sesuatu baik secara biasa atau mendalam.
Renungan adalah hasil merenung. Manusia akan merenung apabila ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :
a.       Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Teori ini terutama berkenaan dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling dikenal ialah filsuf Italia bernama Benedeto Croce (1886-1952) dengan hasil karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic. Beliau antara lain menyatakan bahwa seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan. Expression bisa dikatakan sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh dari penghayatan tentang segala hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan. Dengan demikian dapat disimpulkan pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti wama, garis dan kata.
b.      teori metafisik
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yang berasal dari ilmuwan Plato yang karya-karya tulisannya sebagian besar membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan. Teori ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang mengatakan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada tingkatan yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita Ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah bentuk mimemis dari realita duniawi
Plato berpendapat bahwa seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara republik yang ideal.
c.       teori psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.
Sebagian ahli estetik dalam abad modem menyimpulkan teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode psikologis. Suatu teori lain tentang sumber seni adalah teori permainan yang dikembangkan oleh ilmuwan Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).

  C. Keserasian
Keserasian adalah kemampuan menata, menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain, menarik minat orang lain, sehingga dapat dikatakan indah.
Keserasian berasal dari kata serasi artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keserasian berhubungan erat dengan keindahan. Sesuatu yang serasi selalu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ilmuwan berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.
Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.
Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang (fals) kita pun tentunya akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi.
Keserasian juga dapat diartikan dengan kelarasan yaitu dua hal yang berbeda yang dapat menjadi terlihat indah dan selaras/serasi. Keserasian dapat di teorikan menjadi hal yang cocok.

Begitulah uraian mengenai materi yang telah disampaikan. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda sekalian. Wassalamualikum...

Daftar pustaka:
Sari, D.W, Endah S.L, dkk. 2011. Manusia dan Keindahan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadilah komentator yang cerdas ^_^