Music

Jumat, 23 Oktober 2015

Manusi dan Penderitaan


Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya ingin membahas materi tentang "Manusia dan Penderitaan". Apa saja ulasan yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...

A.    Pengertian Penderitaan
Menurut arti katanya, penderitaan berasal dari kata derita yang bermakna rasa tidak enak, tidak menyenangkan, rasa sakit. Kata kerjanya ialah menderita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan, menanggung rasa sakit. Penderitaan artinya suatu hal yang diderita, yang dirasakan tidak menyenangkan, penanggungan rasa sakit.
Faktor yang membuat manusia menderita adalah manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita akibat dari nafsu ingin berkuasa, serakah, dan tidak hati – hati.

B.     Siksaan
Siksaan mempunyai arti sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, munculah penderitaan. Siksaan yang bersifat psikis dapat berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia. Banyak sebab yang menjadikan orang  merasa ketakutan seperti claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. 
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang.
Kebanyakan ahli setuju akan tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

C.     Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1.     Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2.   Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
1.      Gangguan kejiwaan nampak pada gejala kehidupan si penderita bisa jasmani maupun rohani.
2.      Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
3.   Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1.      Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2.      Terjadinya konflik sosial budaya
3.   Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Arah positif trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup. Arah negative trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi diantaranya :
1.  Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
2.     Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
3.    Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
4.  Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain
5.      Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6.  Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain
7.     Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.

Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.      Kota – kota besar
2.      Anak-anak muda usia
3.      Wanita
4.      Orang yang tidak beragama
5.      Orang yang terlalu mengejar materi

Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2.      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,  atau ingin bunuh diri.
Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan. Bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin  timbul sikap keras atau sikap anti.

D.    Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup seseorang sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, manusia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
Pembebasan dari penderitaan caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dengan waspada dan selalu disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.

E.     Penderitaan Media Masa dan Seniman
Dalam masa sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan ilmu teknologi yang dapat menyejahterakan manusia dan membuat manusia itu menderita. Misalnya penciptan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata dan pabrik bahan kimia. Selain itu penderitaan juga disebabakan karena bencana alam, bencana perang dan kecelakaan.
Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.
Tidak kalah pentingnya ialah komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonya dapat menghayati penderitaan dan keindahan karya seni.

F.      Penderitaan dan Sebab-Sebabnya
Berdasarkan sebab – sebab timbulnya penderitaan maka penderitaan manusia dikelompokan menjadi:
1.      Penderitaan yang timbul karena perbutan manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Misalnya:
·        Perbuatan buruk orang tua terhadap Ari Rangga, yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian.
·         Musibah banjir dan longsor.
2.      Penderitaan yang timbul karena pecahnya keluarga dan hubungan pria dan wanita
Penderitaan karena perceraian, perpisahan, kehilangan yang dicintai termasuk dalam hubungan antara anggota keluarga dan hubungan pria dan wanita. Misalnya:
·         Perceraian suami istri yang mengakibatkan penderitaan bagi anak.
·         Perpisahan karena kawin paksa
·    Kehilangan yang dicintai juga merupakan sumber penderitaan, contohnya karena kematian anak yang dicintainya dan kematian kekasih yang dicintainya.
3.      Penderitaan yang timbul karena penyakit, karena siksaan ( azab Tuhan )
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penayakit atau siksaan ( azab Tuhan ). Namun kesabaran, tawakal,dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Misalnya:
·         Seseorang anak lelaki yang buta sejak lahir, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya.
·       Nabi Ayub yang mengalami siksaan Tuhan, tetapi Ia menerima penayakit kulit yang diderita debgan sabar.
·         Tenggelamnya Fir’aun di laut merah karena mendapat azab dari Tuhan.

G.    PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh negatif dan pengaruh positif.
Pengaruh negatif ialah penyesalan, kecewa, putus asa, pesimisme, tidak ada gairah hidup, dan kurang insiatif berusaha membebaskan diri dari penderitaan.
Pengaruh positif itu membuat manusia kreatif, tidak mudah menyerah, dan optimisme untuk membebaskan diri dari penderitaan.
Manfaat dari mempelajari peristiwa penderitaan manusia akan menemukan berbagai sikap, nilai, harga diri, sifat kemanusiaan yang sangat bermanfaat untuk memperdalam dan memperluas persepsi, tanggapan, wawasan dan penalaran.

Begitulah uraian mengenai materi di atas. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda sekalian. Wassalamualikum...

Daftar pustaka :
·         Irfan, Z., dan Fuatman. 2011. Ilmu Budaya Dasar dan Pengetahuan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta

Rabu, 21 Oktober 2015

Manusia dan Keindahan


Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya ingin membahas materi tentang "Manusia dan Keindahan". Apa saja ulasan yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...

  A. Keindahan
Manusia dan Keindahan
Keindahan adalah konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu dapat jelas jika sudah dihubungkan dengan suatu karya.
Keindahan berasal dari kata indah, yang bermakna bagus, cantik dll. Yang indah itu adalah yang mempunyai bentuk. Yang berbentuk itu bisa berupa ciptaan Tuhan ataupun manusia. Ciptaan manusia contohnya taman yang indah. Ciptaan Tuhan contohnya pemandangan alam yang indah .
Ciptaan manusia yang indah bisa dirasakan dari selera seni dan selera biasa. Selera seni khusus ditujukan kepada karya seni, sedangkan yang biasa di tujukkan dengan bentuk biasa.
Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena dalam diri manusia terdapat faktor kontemplasi dan ekstasi maka setiap manusia butuh keindahan. Dalam keindahan itu terdapat unsur keserasian dan kehalusan.
Keindahan memiliki beberapa sifat, yaitu :
a.       Keindahan itu kebenaran
Kebenaran artinya bukan tiruan. Karena itu lukisan monalisa tidak indah karena hanya tiruan.
b.      Keindahan itu abadi
Abadi artinya tidak pernah dilupakan, hilang dan susut. Karya musik Beethoven tidak pernah dilupakan orang karena keindahannya. John Keats menyatakan bahwa sesuatu yang indah adalah abadi, yang tidak abadi tidaklah indah.
c.       Keindahan mempunyai daya tarik
Daya tarik artinya memikat perhatian orang, menyenangkan orang, tidak membosankan. Bali menyenangkan orang banyak dan mempunyai daya tarik. Karena itu dikatakan bahwa bali itu indah. John Keats menyatakan bahwa sesuatu yang indah itu selain abadi juga mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. 
d.      Keindahan itu universal
Universal artinya tidak terikan dengan selera perseorangan, waktu, dan tempat. Selera mode tidak universal karena terikat dengan pilihan seseorang dalam kurun waktu tertentu dan tempat yang tertentu pula. Jadi mode itu tidak indah.
e.       Keindahan itu wajar
Wajar artinya tidak berlebihan dan tidak kurang, menurut apa adanya, alamiah. Misalya foto berwarna dicetak lebih tajam dari warna sebenarnya justru tidak indah karena melebihi kewajaran.
f.       Keindahan itu kenikmatan
Kenikmatan artinya kesenangan yang memberi kepuasan. Menonton film atau melihat pertunjukan-pertunjukan tarian yang tidak menyenangkan itu disebut tidak indah. Pencipta suatu karya seni memperoleh kenikmatan atau kepuasan atas karya-karyanya, maka dari itu karya dikatakan indah.
g.      Keindahan itu kebiasaan
Kebiasaan itu adalah pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa menjadi biasa karena dilakukan berulang-ulang, yang tidak biasa tidak indah menjadi biasa dan indah karena dilakukan berulang-ulang. Hal itu dikarenakan keindahan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan. Kebiasaan mempunyai akibat terhadap daya tangkap atas sesuatu. Akan tetapi kebiasaan jangan sampai merubah konsep keindahan.


  B. Renungan
Renungan berasal dari kata renung yang bermakna diam-diam memikirkan sesuatu baik secara biasa atau mendalam.
Renungan adalah hasil merenung. Manusia akan merenung apabila ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :
a.       Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Teori ini terutama berkenaan dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling dikenal ialah filsuf Italia bernama Benedeto Croce (1886-1952) dengan hasil karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic. Beliau antara lain menyatakan bahwa seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan. Expression bisa dikatakan sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh dari penghayatan tentang segala hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan. Dengan demikian dapat disimpulkan pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti wama, garis dan kata.
b.      teori metafisik
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yang berasal dari ilmuwan Plato yang karya-karya tulisannya sebagian besar membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan. Teori ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang mengatakan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada tingkatan yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita Ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah bentuk mimemis dari realita duniawi
Plato berpendapat bahwa seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara republik yang ideal.
c.       teori psikologis
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.
Sebagian ahli estetik dalam abad modem menyimpulkan teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode psikologis. Suatu teori lain tentang sumber seni adalah teori permainan yang dikembangkan oleh ilmuwan Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).

  C. Keserasian
Keserasian adalah kemampuan menata, menciptakan sesuatu yang dapat dinikmati orang lain, menarik minat orang lain, sehingga dapat dikatakan indah.
Keserasian berasal dari kata serasi artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keserasian berhubungan erat dengan keindahan. Sesuatu yang serasi selalu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ilmuwan berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.
Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.
Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang (fals) kita pun tentunya akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi.
Keserasian juga dapat diartikan dengan kelarasan yaitu dua hal yang berbeda yang dapat menjadi terlihat indah dan selaras/serasi. Keserasian dapat di teorikan menjadi hal yang cocok.

Begitulah uraian mengenai materi yang telah disampaikan. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda sekalian. Wassalamualikum...

Daftar pustaka:
Sari, D.W, Endah S.L, dkk. 2011. Manusia dan Keindahan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta