Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya ingin
membahas materi tentang "Manusia dan Penderitaan". Apa saja ulasan
yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...
A. Pengertian
Penderitaan
Menurut
arti katanya, penderitaan berasal dari kata derita yang bermakna rasa tidak
enak, tidak menyenangkan, rasa sakit. Kata kerjanya ialah menderita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan, menanggung rasa sakit.
Penderitaan artinya suatu hal yang diderita, yang dirasakan tidak menyenangkan,
penanggungan rasa sakit.
Faktor
yang membuat manusia menderita adalah manusia itu sendiri. Manusialah yang
membuat orang menderita akibat dari nafsu ingin berkuasa, serakah, dan tidak
hati – hati.
B. Siksaan
Siksaan
mempunyai arti sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa
siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami
seseorang, munculah penderitaan. Siksaan yang bersifat psikis dapat berupa
: kebimbangan,
kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang
tidak pada tempatnya disebut phobia. Banyak sebab yang menjadikan orang
merasa ketakutan seperti claustrophobia dan
agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan.
Para
ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari
suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan
ditaklukan sebelum phobianya akan hilang.
Kebanyakan
ahli setuju akan tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita
hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita
sepuluh kali lebih parah.
C. Kekalutan
Mental
Penderitaan batin dalam ilmu
psikologi dikenal sebagai kekalutan
mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan
akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi
sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala
permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. Tampak pada jasmani yang sering
merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa
cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan
adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala
kehidupan si penderita bisa jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan
cara negative
3. Kekalutan merupakan titik patah
(mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan
mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat
kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya
3. Cara pematangan batin yang salah
dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses
kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan
negative. Arah positif trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai
usaha agar tetap survey dalam hidup. Arah negative trauma yang dialami
diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan
batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi diantaranya
:
1. Agresi berupa kamarahan yang
meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah
terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
2. Regresi adalah kembali pada pola
perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan
pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
4. Proyeksi; merupakan usaha
melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative
kepada orang lain
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri
dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang
berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa
orang lain
7. Autisme; ialah menutup diri secara
total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas
dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak
terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota – kota besar
2. Anak-anak muda usia
3. Wanita
4. Orang yang tidak beragama
5. Orang yang terlalu mengejar materi
Apabila
kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya
penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena
perbuatan buruk manusia
2.
Penderitaan
yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan
mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap
yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau
ingin bunuh diri.
Kelanjutan dari sikap negatif ini
dapat timbul sikap anti. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi
penderitaan. Bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan
membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan.
Sikap positif biasanya kreatif,
tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti.
D. Penderitaan
dan Perjuangan
Penderitaan
dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia
hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga
menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup
seseorang sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, manusia harus
berusaha mengatasi kesulitan hidup.
Pembebasan
dari penderitaan caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dengan
waspada dan selalu disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan
malapetaka.
E. Penderitaan
Media Masa dan Seniman
Dalam
masa sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini
telah dibuktikan oleh kemajuan ilmu teknologi yang dapat menyejahterakan
manusia dan membuat manusia itu menderita. Misalnya penciptan bom atom, reaktor
nuklir, pabrik senjata dan pabrik bahan kimia. Selain itu penderitaan juga
disebabakan karena bencana alam, bencana perang dan kecelakaan.
Media
massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa –
peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian
masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia
terutama bagi yang merasa simpati.
Tidak
kalah pentingnya ialah komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya
seni, sehingga para pembaca, penontonya dapat menghayati penderitaan dan
keindahan karya seni.
F. Penderitaan
dan Sebab-Sebabnya
Berdasarkan sebab –
sebab timbulnya penderitaan maka penderitaan manusia dikelompokan menjadi:
1. Penderitaan
yang timbul karena perbutan manusia
Penderitaan yang
menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan
sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Misalnya:
· Perbuatan buruk orang tua terhadap Ari
Rangga, yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian.
·
Musibah banjir dan longsor.
2. Penderitaan
yang timbul karena pecahnya keluarga dan hubungan pria dan wanita
Penderitaan karena
perceraian, perpisahan, kehilangan yang dicintai termasuk dalam hubungan antara
anggota keluarga dan hubungan pria dan wanita. Misalnya:
·
Perceraian suami istri yang
mengakibatkan penderitaan bagi anak.
·
Perpisahan karena kawin paksa
· Kehilangan yang dicintai juga merupakan
sumber penderitaan, contohnya karena kematian anak yang dicintainya dan
kematian kekasih yang dicintainya.
3. Penderitaan
yang timbul karena penyakit, karena siksaan ( azab Tuhan )
Penderitaan manusia
dapat juga terjadi akibat penayakit atau siksaan ( azab Tuhan ). Namun
kesabaran, tawakal,dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi
penderitaan itu. Misalnya:
·
Seseorang anak lelaki yang buta sejak
lahir, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya.
· Nabi Ayub yang mengalami siksaan Tuhan,
tetapi Ia menerima penayakit kulit yang diderita debgan sabar.
·
Tenggelamnya Fir’aun di laut merah
karena mendapat azab dari Tuhan.
G. PENGARUH
PENDERITAAN
Orang
yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh negatif dan pengaruh positif.
Pengaruh
negatif ialah penyesalan, kecewa, putus asa, pesimisme, tidak ada gairah hidup,
dan kurang insiatif berusaha membebaskan diri dari penderitaan.
Pengaruh
positif itu membuat manusia kreatif, tidak mudah menyerah, dan optimisme untuk
membebaskan diri dari penderitaan.
Manfaat
dari mempelajari peristiwa penderitaan manusia akan menemukan berbagai sikap,
nilai, harga diri, sifat kemanusiaan yang sangat bermanfaat untuk memperdalam
dan memperluas persepsi, tanggapan, wawasan dan penalaran.
Begitulah uraian
mengenai materi di atas. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulis,
maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan
materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda sekalian.
Wassalamualikum...
Daftar
pustaka :
·
Irfan, Z., dan Fuatman. 2011. Ilmu
Budaya Dasar dan Pengetahuan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta
