Music

Tampilkan postingan dengan label wujud kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wujud kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2015

Manusia dan Kebudayaan


Assalamualaikum. Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Hubungan antara Manusia dan Kebudayaan. Apa sih manusia dan kebudayaan? Apakah sejenis nama makan? Pastinya tentu bukan ya :-D . Mari kita simak uraian materi berikut ini. Check it out...

A.    Pengertian Manusia
Manusia ialah makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia diciptakan terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran beserta hawa nafsu. Tuhan memberikan akal dan pikiran kepada manusia supaya digunakan untuk kebaikan mereka sendiri, orang dan lingkungan di sekitar mereka.

B.     Hakekat Manusia
Salah satu hakekat manusia lainnya ialah sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi. Manusia mempunyai kemampuan indra dan rasa. Panca indra adalah daya indra pada manusia yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan, kesenangan, dan kebahagiaan.
Daya rasa (perasaan) ada dua macam, yaitu perasaan indrawi dan perasaan rohani. Perasaan indrawi adalah rangsangan jasmani melalui panca indra. Perasaan rohani ialah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia. Perasaan rohani ada enam macam, yaitu :
  1. Perasaan intelektual  : perasaan yang berhubungan dengan pengetahuan
  2. Perasaan estetis       : perasaan yang berhubungan dengan keindahan
  3. Perasaan etis           : perasaan yang berhubungan dengan kebaikan
  4. Perasaan diri           : perasaan yang berhubungan dengan harga di 
  5. Perasaan sosial       : perasaan yang berhubungan dengan hidup masyarakat  
  6. Perasaan religius     : perasan yang berhubungan dengan religi (agama) 
Hidup manusia dibedakan menjadi tiga taraf yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupan estetis manusia dapat menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang menakjubkan dan mengungkapkannya kembali dalam karya yang indah.
Dengan kehidupan etis manusia dapat meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk keputusan bebas dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan. 

C.     Kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan sebagai sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur umumnya ialah kepribadian yang bersifat toleransi yang tinggi.
Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang mempunyai pribadi yang baik. Di dunia, bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya hamper sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. 
Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup. Mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi semua norma yang berlaku. 
Namun di zaman sekarang, orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur bisa memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada. Secara garis besar kebudayaan asing yang mudah diterima ialah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

D.    Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata “budaya”. Budaya asal mulanya dari bahasa sansekerta “buddhayah” bentuk jamak dari “buddhi” yang bermakna budi atau akal. 

E.     Unsur-unsur kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan karyanya (produk budaya). Kebudayaan mempunyai sedikitnya tiga wujud unsur menurut Koentjaraningrat, yaitu:  
  1. Adat tata kelakuan : kompleks ide – ide, gagasan, nilai – nilai, norma – norma, peraturan – peraturan untuk mengatur, mengendalikan, dan memberi arah pada perbuatan manusia dalam masyarakat
  2. Sistem sosial : kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat  
  3. Kebudayaan fisik : benda-benda hasil karya manusia.  
Kliucckhohn menyebutkan ada tujuh unsur kebudayaan, yaitu sistem mata pencaharian hidup, sistem peralatan dan teknologi, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem religi dan upacara keagamaan. 

F.      Wujud kebudayaan
Kaitannya kebudayaan dengan Ilmu Budaya Dasar ialah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai insani, mencakup di dalamnya usaha untuk memanusiakan diri di dalam alam lingkungan baik fisik maupun sosial. Dimana nilai-nilai insani itu meliputi wujud nilai intelektual, etika, dan estetika.  

G.    Orientasi nilai budaya
Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruang lingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  pikiran sebagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya. 
Secara  fungsional  sistem  nilai  budaya  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). 
Sistem nilai budaya menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh oleh sebabnya, merubah sistem nilai manusia tidak mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya. 
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah:  
  1. Masalah hakekat hidup
  2. Hakekat kerja atau karya manusia
  3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu  
  4. Hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar
  5. Hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.
Inti dari isi permasalahan disini yang dikemukakan oleh Manan dalam Pelly (1994) adalah siapa yang harus mengambil keputusan. Sebaiknya dalam system hubungan vertical keputusan dibuat oleh senior untuk semua orang.
Tetapi dalam masyarakat yang mementingkan kemandirian individual, maka keputusan dibuat dan diarahkan kepada masing – masing individu.Meskipun cara mengkonsepsikan lima masalah pokok dalam kehidupan manusia yang universal itu sebagaimana yang tersebut diatas berbeda – beda untuk tiap masyarakat dan kebudayaan, namun dalam tiap lingkungan masyarakat dan kebudayaan tersebut lima hal tersebut di atas selalu ada. 
Sementara itu Koentjaraningrat telah menerapkan teori Kluckhohn untuk menganalisis masalah nilai budaya bangsa Indonesia, dan menunjukkan titik – titik   kelemahan   dari   kebudayaan   Indonesia   yang   menghambat   pembangunan nasional. Kelemahan utama seperti mentalitas meremehkan mutu, mentalitas suka, sifat tidak percaya kepada diri sendiri, sifat tidak berdisiplin murni, mentalitas suka mengabaikan tanggungjawab.

H.    Perubahan kebudayaan
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang disebabkan akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut. 
  1. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin. Perubahan kebudayaana dalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.
  2. Samuel Koening. Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasi modifikasi yang terjadi dalam pola pola kehidupan manusia. Modifikasi modifikasi tersebut terjadi karena sebab internal maupun eksternal.
  3. Selo Soemardjan. Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
  4. Kinsley davies. Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat. 
Ada Beberapa Faktor-faktor internal dan eksternal penyebab perubahan kebudayaan. Faktor Internal diantaranya adalah :
  • Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku
  • Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku
  • Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
Faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan diantaranya :
  • Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain 
  • Timbulnya peperangan 
  •  Kontak dengan masyarakat lain. 
I.       Kaitan Manusia dengan Kebudayaan
Sebagai makhluk budaya, manusia itu sama, yang membedakan ialah perwujudan budaya menurut keadaan, waktu, dan tempat, atau perwujudan budaya dengan menekankan pada akal, perasaan dan kehendak sebagai kesatuan dan penekanan pada akal saja (ratio). 
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil, budi dan kerjanya itu. Sedangkan peradaban (manusia) yang berasal dari istilah “Civilization” adalah bagian – bagian dan unsur-unsur dari kebudayaannya yang halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan santun dan sistem pergaulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan struktur yang kompleks. 
Sehingga muncul perbedaan antara kebudayaan dan peradaban (manusia). Peradaban (manusi) hanya menekankan pada unsur-unsur tertentu dari kebudayaan. Peradaban barat lebih diutamakan pada unsur akal (tingkat berpikir), sedangkan peradaban timur lebih diutamakan pada unsur perasaan (estetis).

Begitulah uraian mengenai materi tentang ilmu Manusia dan Kebudayaan. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda sekalian. Wassalamualikum...

Daftar Pustaka :
·      Irfan, Z., dan Fuatman. 2011. Ilmu Budaya Dasar dan Pengetahuan. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta
·         Tantowi, Priyanto. Kepribadian Bangsa Timur.
https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadian-bangsa-timur/
·         Strada, Eddy. September 2014.
http://rangkumanmateriips.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-perubahan-kebudayaan.html    
·         Zulkifli, Irwan. Orientasi Nilai Budaya. 19 November 2013. https://irwanzulkifli.wordpress.com/2013/11/19/orientasi-nilai-budaya/