Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya
ingin membahas materi tentang "Manusia dan Kegelisahan". Apa saja
ulasan yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...
A.
Pengertian
Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah” rasa tidak
tentram hati, tidak tenang, tidak sabar lagi, merasa cemas dam khawatir.
Kegelisahan artinya keadaan perasaan yang tidak tentram, tidak tenang, tidak
sabar lagi, cemas dan khawatir. Kegelisahaan adalah gejala universal, ada pada
manusia manapun. Kiegelisahan bersumber pada unsure rasa dalam diri manusia.
Jadi bersifat psikologis atau kejiwaan.
B.
Sebab-sebab
Orang Gelisah
1. Suasana yang tidak pasti (ketidakpastian)
Suasana yang tidak pasti (ketidakpastian) dalam kasus diatas dapat
dilihat pada pernyataan “ apa benar bapak itu menyeleweng?” orang bertanya
demikian karena memperhatikan sikap, tingkah laku dan perbuatan bapak itu yang
sehari-hari sebagai orang baik, suka menolong, hidup sederhana, dan tidak
berlebih-lebihan.
2. Merasa teraing (keterasinagn)
Keterasingan, jelas dapat diketahui dari sikap sombongnya, angkuh,
bicara yang berlebih-lebihan, tak mau kenal dengan tetangga, yang membuat orang
itu dijauhi.
3. Perasaan sepi (kesepian)
Kesepian, dapat diamati dari suasana suami istri yang dijauhi orang atau
tetangga, meraka akan merasa kesepian jika tidak merubah tingkah laku sebagai
mahluk social
4. Ancaman ultimatum terhadap diri sendiri
maupun terhadap seseorang
Ancaman ultimatum dapat diketahui dari tuduhan menyalahgunaan kekuasaan,
yang dapat berakibat menyentuh martabatdan nama baik, dengan penangkapan dan
penahanan.
Keempat hal penebab kegelisahan itu selalu
mengenai nilai-nilai kemanusiaan. Kegelisahaan dalam arti sehari-hari yang
tidak menyentuh harkat dan ,artabat manusia, tidaklah termasuk dalam arti keempat
hal ini.
Ketidakpastian yang tidak menyentuh nilai
kemanusiaan, misalnya penahanan seseorang oleh penguasa tanpa diketahui salh
benarnya melalui pengadilan. Bagi yang ditahan, ini merupakan penderitaan tetap
bagi keluarganya merupakan kegelisahaan, karana menunggu-nenggu dari hari
kehari tanpa ada kepastian kapan ia dibebaskan.
Keterasingan yang menyentuh nilai kemanusiaan, misalnya seoarang pasien yang
ingin berobat dengan menggunakan fasilitas askes (dengan kartu kuning).
Kesepian yang menyentuh nilai kemanusiaan, misalnya seorang istri yang menunggu
suaminya pulang dari medan perang. Ia merasa gelisah selama yang ditunggu itu
tidak datang. Ia merasa khawtir suaminya meninggal, yang berarti kehilangan
yang sangat berharga dalam hidupnya. Kegelisahaan menunjukan kepada suasana
negative atau ketidaksempurnaan, tetapi mempunyai harapan. Kegelisahan juga
menunjukan suasana positif dan optimis karena masih ada harapan bebas dari
kegelisahan, yang mendorong manusia mencari kesempurnaan dan mendorong manusia
supaya kreaif.
C.
Usaha-Usaha
Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini
pertama-tama harus mulai dari diri scndiri,
yaitu kita
Harus bersikap tenang. Dengan sikap
tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala
kesulitan dapat kita atasi.
Cara
lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam
mengatasi kegelisahan atau kecemasan yaitu dengan memerlukan
sedikit pemikiran; pertama-tarna, kita tanyakan kepada diri kita sendiri
(introspeksi).
Akibat
yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung
atau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi, apa penyebabnya dan
sebagainya. Apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan
olch kecernasan tersebut dan bila kita tidak dapat
mengatasinya, kita dapat mempersiapkan diri untuk
menghadapinya,karena tidak semua pengalaman
di dunia ini menyenangkan. Yang kedua kita
bersedia menerima akibatnya dengan rasa
tabah dan senang hati niscaya kecemasan
tersebut akan sima dalam jiwa kita. Dan yang ketiga, dengan bersama - sama
berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk
memperkecil dan mengurangi keburukan - keburukan
akibat timbulnya kecernasan,dengan demikian kita akan
tidak merasakan lagi adanya rasa kecemasan /
kegelisahan dalam jiwa.
Untuk
mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita
memasrahkan diri kepada Tuhan.Kita pasrahkan
nasib kita sepenuhnya kepada-Nya, kita
harus percaya bahwa Tuhanlah Maha Kuasa. Maha
Pengasih, Maha penyayang dan Maha Pengampun.
D.
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata “ terasing”
artinya tersisih, terpisah, terpencil dari pergaulan masyarakat baik-baik.
Perilaku yang tidak dapat dierima atau tidak dibenarkan itu selalu menimbulkan
keonaran dalam masyarakat, sifatnya bertentangan dengan atau menyentuh
nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini akan merugikan harta, nama baik, martabat,
harga diri orang lain. Karena itu orang yang berbuat dibenci oleh masyarakat
dan berada dalam keterasingan. Misalnya mencuri, memperkosa, mengganggu istri
orang, menghina orang, sombong.
Keterasingan dalam hal in I sifatnya dapat
dipaksakan oleh anggota masyarakat, atau pun oleh institusi yang diciptakan
oleh masyarakat kepada si pelaku. Maksudnya supaya pelaku ini tidak merugika
orang lain lagi atau membuat gelisah orang lain, dan si pelaku dapat menjadi
sabar, sehingga dapat memperbaiki perilakunya yang bertentangan dengan
nilai-nilai kemanusiaan. Kesadaran itu mungkin dapat terjadi itu terasing yang
membuat dya gelisah.
Keterasingan yang dipaksakan oleh manusia
lain dalm masyarakat misalnya tidak simpati, tidak mau berusaha, tidqak mau
mendekati, tidak memperdulikan, memboikot, bahkan mengisolasi pelaku. Apabila
dengan perilaku masyarakat ini masih tidak mempan menyadari pelaku, maka
keterasingan itu dapat dipaksakan oleh insitusi yang diciptakan masyarakat,
misalnya pengadilan.
Selain itu dalam karya sastra Abdul Muis yang
berjudul “Salah Asuhan” yang difilmkn, Hanafi yang berpendidikan barat adalah
tipe orang yangsombong, angkuh, tak menghormati orang lain. Ia menganggap
rendah dan kolot masyarakat Minaukabau, sehingga ia di asingkan karena dibenci,
tak disukai oleh masyarakt sekitar. Di kalangan teman-temannya sendiri ia
dibenci dan dijauhi karena sifetnya yang membeda-bedakan temennya. Ini terbukti
ketika ia beristri Corrie de Busje mengadakan pesta malam dirumahnya di
Jakarta, dengan mengundang teman-temannya, tetapi yang di undang hanya teman
tamatan sekolah di Negara Belanda. Pembedaan seperti in I tak disenangi oleh
teman-temannya, sehinggatak seorang pun yang hadir malam itu. Hanafi dan Corrie
istrinya dalam keterasingan.
Kekurangan yang ada dalam diri seseorang
dapat membuat juga dalam keterasingan. Dalam hal ini bukan masyarakat yang
membuat terasing, melainkan dirinya sendiri karena ketidakmampuan atau karena
membuat kesalahan. Ketidakmampuan disini meliputi kemampuan ilmu pengetahuan
yang dimiliki atau pun ketidakmampuan pisik. Misalnya dalam suatu pertemuan
ilmiah, semua perserta menggunakan Bahasa Inggris, sedangkan perserta A tidak
dapat berbahasa Inggris. Dengan demikian ia merasa terasing.
Kesalahan yang dibuat seseorang juga dapat
membuat seseorang itu dalam keterasingan, dan karenanya ia merasa gelisah.
Pernah pada suatu ketika di TVRI memberitahukan bahwa Hameng Buwono IX
meninggal dunia, padahal ia segar bugar. Setelah dicek kebenaranya ternyata
berita itu salah, penjabat penerima berita itu ceroboh, tanpa dicek dulu
langsung diteruskn kebagian siaran untuk disiarkan. Akibatnya sangat fatal. Ia
barada dalam keterasingan.
E.
Kesepian
Kesepian beraslo dari kata “sepi” arinya
sunyi, tidak ada orang, tidak ada apa-apa. Kesepian artinya kesunyian, merasa
sunyi, merasa tidak berteman, merasa tidak di damping orang, merasa tidak punya
apa-apa. Kesepian membuat manusia gelisah, karena kesepian menyentuh
nilai-nilai kemanusiaan, harkat dan martabat manusia. Kesepian yang di maksud
disini adalah kesepian dalam arti psikologis yang dalam, yang sangat
berpengaruh pada jalan hidup manusia.
Kesepian dikatakan dapat berpengaruh pada jalan
hidup manusia karena manusia merasa terancam hak kodratnya sebagai manusia,
sehingga ia merasa takut atau khawatir akan kehilangan atau tidak memperoleh
sesuatu dalam hidupnya.
Dalam kehidupan manusia, kesepian justruh
membuat manusia tenang dan betah tinggal di rumah sendiri. Ketenangan dirumah
sendiri adalah kebebasan dari hiluk piluk manusia yang gelisah karana pengaruh
perjalanan hidupnya. Menurut Ruskin ketenangan hidup manusia itu terjadi
apabila ada keseimbangan antara kegelisahan dan harapan. Hal ini di tuangkan
kepada arsitektur bangunan yang dirancang. Kekokohan dan keanggunan arsitektur
“gothic” menunjukan adanya unsure ingin menetap dan hidup tenang, yaitu dalam
kebijakan dalam rumah, karena ada keinginan untuk hidup dengan tenang dalam rumah.
Bangunan mencerminkan arsitektur gothic
banyak di buat di Eropa Barat abad ke-12 sampai 16, bahkan sampai abad ke-20.
Cirri-cirinya ialah atap tinggi curam, banyak lengkungan, banyak jendela,
banyak lorong, gelap, bertingkat banyak. Ini menunjukan cirri bangsa yang
keras, kejam, berani menghancurkan bangsa Romawi abad ke-3 dan abadke-4. Banyak
mendapat pujian karena mencerminkan kejatanan manusia.
F.
Ketidak
Pastian
Ketidakpastian berasal dari kata “tidak
pasti” arinya tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu,tanpa arah yang
jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Keadaan semacam itu lebih kuat tertuju pada
setatus, nama baik, martabat seseorang, yang menyentuh nilai kemanusiaannya,
sehingga ia merasa akan merugikan haknya. Contohnya
Ketidapastain tentang lulus atau tidak dalam
ujian sarjana yang sudah lama di tunggu-tunggu membuat orang gelisah. Lulus
atau tidak lulus ujian sarjana aikan menentukan status atau karir orang dalam
hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan, karena status atau karir itu terancam.
Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi
hilang berhubung ada orang lain yang lebih dahulu memenihinya. Dengan demikaian
juga akan mempengaruhi peningkatan karir. Walaupun lulus juga, tetapi status
yang dicadangkan untuknya sudah hilang.
Dalam filim cerita akhir pecan TVRI yang
berjudul “ Widuri Kekasihku” digambarkan kegelisahan seorang anak yang tidak
tahu asal-usul sebenarnya. Siapa ibu yang melahirkannya, apakah ibu mengasuhnya
sekarang atau suster istri dokter itu? Sedangak ibu yang mengasuhnya sebenarnya
bukan ibu kandungnya? Memang di balik ketidakpastian itu ada nilai-nilai
kemanusiaan yang tersembunyi.
Ketika anak itu dilahirkan, ibunya meninggal.
Ibu yang meninggal itu adalah istri dokter. Jadi dokter itu adalah ayah kandung
anak itu. Berbarengan dengan kematian istri dokter itu, ada pula seorang ibu
yamg melahirkan seorang anak, tetapi anaknya meninggal dan ibu ini tidak di
beri tahu oleh dokter bahwa anaknya yang baru lahir itu meninggal. Sebagai
gantinya, anak dokter itu dikatakan sebagai anak ibu itu. Dengan demikian
gterpadu dua kepentingan manusiawi, ibu mempunyai anak dan anak mempunyai ibu,
tetapi dalam perjalanan hidup dokter ini, sempat membuat ketidakpastian si anak
tentang asal-usulnya.
Ketidakpastian masih member harapan kepada
orang yang mengalaminya, karena dengan ketidakpastian itu ia berusaha mencari
kesempurnaan supaya bebas dari kegelisahan.
G.
Usaha-Usaha
Mengatasi Ketidak Pastian
Untuk dapat menyembuhkan
keadaan itu bergantung pada mental si penderita. Andaikata penyebabnya sudah
diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka
jalan yang paling baik bagi penderita diajak pergi sendiri ke psikolog.
Begitulah uraian mengenai
materi yang telah disampaikan. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari
penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk
penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda
sekalian.Wassalamualaikum...
Referensi :
·
http://jiwareformasi.blogspot.co.id/2012/06/usaha-usaha-mengatasi-ketidakpastian.html
·
http://naufalsyawal.blogspot.co.id/p/kegel.html
