Assalamualaikum... Pada kesempatan ini saya
ingin membahas materi tentang "Manusia dan Harapan". Apa saja ulasan
yang ada didalamnya? Mari kita pelajari bersama. Lets check it out...
A. Pengertian
Harapan
Harapan
berasal dari kata “harap” yang artinya ingin supaya sesuatu terjadi atau
tercapai. Yang dimaksud dengan sesuatu adalah kebutuhan, yang terdiri dari
kebutuhan ekonomis, kebutuhan biologis, dan kebutuhan psikis.
Keinginan
manusia adalah kebutuhan, yang diwujudkan dengan melakukan usaha, usaha itu
dilandasi oleh kemampuan sehingga mungkin tercapai atau mungkin tidak. Usaha
itu sudah dijalankan tetapi belum tentu berhasil karena masih ada kekuasaan
yang menentukan yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Harapan manusia adalah keinginan
untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut.
Harapan
menumbuhkan sikap positif, optimis, aktif dan kreatif, karena ada unsur yang
ikut menentukan yaitu usaha yang sudah dilakukan yang diukur dengan kemampuan.
Kemampuan membangkitkan sikap percaya diri bahwa apa yang diharapkan akan
berhasil.
Keinginan dapat
dibedakan menjadi tiga macam secara berurutan berurutan yaitu:
1. Angan
– angan adalah suatu keinginan yang tidak mungkin tercapai, karena tidak
didukung oleh kemampuan dan usaha.
2. Cita
– cita adalah keinginan yang mungkin tercapai dengan usaha yang di dukung oleh
kemampuan. Dalam hal ini keinginan masih dalam pikiran belum terwujud dalan
usaha.
3. Harapan
adalah keinginan yang mungkin tercapai dengan usaha yang sudah dimulai, karena
didukung oleh kemampuan.
Menurut Abraham Maslow
sesuai dengan kodratnya Harapan dan Kebutuhan Manusia yaitu :
a. Kelangsungan
hidup (survival)
Untuk melangsungkan hidupnya
manusia membutuhkan sandang, pangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan
kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir. Setiap bayi begitu lahir di
bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan /minum. Kebutuhan akan makan/minum
ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia.
b. Keamanan
( safety )
Setiap orang membutuhkan keamanan.
Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan
suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak
menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia
ingin dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang
nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini
agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun
secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan
perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c. Hak
dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil saja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya. Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harpan untuk mencintai dan dicintai. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil saja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya. Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harpan untuk mencintai dan dicintai. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
d. Diakui
lingkungan (status)
Setiap manusia membutuhkan status.
Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup, Status itu penting, karena dengan
status orang tahu siapa dia Harga diri orang antara lain melekat pada status
orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik
dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan
cap yang negative.
e. Perwujudan
cita-cita (self actualization)
Selanjutnya manusia berharap diakui
keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya.
Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima
atau diakui kehebatannya.
B. Apa
Sebab Manusia Mempunyai Harapan
Penyebab
manusia mempunyai harapan adalah dorongan kodrat manusia sebagai makhluk
sosial. Dorongan kodrat adalah sifat,keadaan atau pembawaan alamiah sejak
manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia mempunyai
bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja sama
dengan orang lain.
Tidak
hanya orang yang masih hidup saja yang mempunyai harapan,orang yang sudah
meninggal pun mempunyai harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli waris
nya.Tentang besar kecilnya harapan seseorang dapat di tentukan oleh kepribadian
orang itu sendiri.Untuk itu dengan
memiliki kepribadian yang kuat kita akan dapat mengontrol harapan se efektif
dan se efisien mungkin sehingga hasilnya tidak merugikan dirinya sendiri dan
orang lain untuk masa kini dan masa yang akan datang.
C. Pengertian
Doa
Doa
bererti memohon atau meminta sesuatu yang baik daripada Allah s.w.t yang Maha
Pemurah. Allah s.w.t. menyuruh orang-orang Islam berdoa atau meminta sesuatu
kepadaNya seperti firman di bawah yang bermaksud:
Dan
Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada Ku nescaya Aku perkenankan doa
permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat
dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (Surah
Al-Mu’min:60)
D. Kepercayaan
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah
manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. Kepercayaan pada diri sendiri
2. Kepercayaan pada orang lain
3. Kepercayaan pada pemerintah
4. Kepercayaan pada Tuhan
E. Kepercayaan
dan Usaha Untuk Meningkatkan
Usaha Manusia untuk Meningkatkan
Rasa Percaya Pada Tuhan
1. Meningkatkan ketaqwaan dengan
beribadah kepada Tuhan
2. Meningkatkan pengabdian pada
masyarakat
3. Meningkatkan rasa cinta kita pada
sesama dengan saling menolong dan menjadi orang yang dermawan
4. Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan
harta yang berlebih
5. Menekan rasa negatif, iri, dengki,
benci dan dsb.
Begitulah uraian mengenai
materi yang telah disampaikan. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dari
penulis, maka dari itu penulis berharap kritik dan saran pembaca untuk
penyempurnaan materi ini. Semoga uraian berikut dapat membantu anda
sekalian.Wassalamualaikum...
Referensi
:
· http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-harapan
·
http://persisalmujaddid.blogspot.com/2013/03/macam-macam-doa.html
·
http://dimyati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20106/bab11-manusia_dan_harapan.pdf